Kejari Bitung Kawal Proyek Pembangunan di Bitung Lewat TP4D

Kejari Bitung Kawal Proyek Pembangunan di Bitung Lewat TP4D

Kepala Seksi Intelijen Kejari Bitung, Budi Kristiarso

Kejari Bitung mulai menjalankan peran Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah atau TP4D. Dengan demikian, pelaksanaan proyek yang dibiayai Pemkot Bitung diharapkan tak bermasalah.

“Ya, harapannya seperti itu. Tugas TP4D untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan dengan sesuai,” ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Bitung, Budi Kristiarso, Kamis (4/10).

Kristiarso mengatakan TP4D baru mulai bekerja dan hal itu didasari permintaan dari Pemkot Bitung selaku instansi yang berkompeten.

“Sejak awal kami sudah siap. Tapi karena baru sekarang diminta mendampingi, makanya baru sekarang kami berperan,” katanya.

Ia pun menegaskan peran dan fungsi TP4D dimana tim tersebut tak cuma bertugas untuk mencegah terjadinya korupsi, melainkan untuk menjamin hak masyarakat terkait pembangunan infrastruktur.

“Itu yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2015. Tujuannya bukan untuk melindungi pemerintah maupun kontraktor, melainkan untuk memastikan pengerjaan proyek berjalan dengan baik. Sebab jika proyek yang dikerjakan punya kualitas baik, tentu yang senang juga masyarakat,” sebutnya.

Lebih lanjut, ia membeberkan sejumlah proyek yang dikawal TP4D. Proyek-proyek tersebut tersebar di tujuh perangkat daerah di Pemkot Bitung, diantaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan dan Permukiman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta Dinas Kesehatan.

“Contohnya pembangunan infrastruktur untuk Porprov tahun depan. Ada tiga kegiatan yang semuanya dikelola Dinas Pekerjaan Umum, yaitu pembangunan GOR, kolam renang, serta tribun stadion. Ada juga yang lain tapi saya lupa,”tutur yang bersangkutan.

Menariknya, meskipun peran TP4D untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan kesalahan dalam proyek, bukan berarti aspek penegakan hukum jadi terpinggirkan. Kami tetap akan memproses hukum jika ada kejanggalan.

“Khusus (proyek) yang kita dampingi tentu diharapkan hasilnya sesuai. Sebab selama pendampingan ada rekomendasi yang akan kita berikan, baik kepada pengawas maupun pelaksana proyek. Nah, seandainya rekomendasi itu diabaikan dan belakangan muncul masalah, pasti akan kita usut. Apalagi untuk proyek-proyek yang tidak kita dampingi, itu pasti kita telusuri. Kan tidak semua proyek dikawal TP4D,” tambahnya.

Di lain pihak, kalangan masyarakat sedikit menyorot kinerja Kejari Bitung. Salah satu tokoh pemuda di Kecamatan Ranowulu, Rio Lumatauw, menyentil soal tidak adanya produk hukum yang dihasilkan.

“Sejak kepemimpinan Kajari berganti belum ada kasus yang ditangani. Kejari Bitung seperti kehilangan sentuhan dalam mengusut kasus korupsi. Apalagi sekarang sudah ada TP4D, dikhawatirkan kinerja Kejari Bitung makin lemah,”tukasnya.

Rio sejatinya tak mempermasalahkan kehadiran TP4D. Namun demikian upaya pencegahan korupsi harus beriringan dengan penegakan hukum.

“Supaya benar-benar maksimal. Di satu sisi mencegah, di sisi lain menindak yang sudah terjadi. Kan ada beberapa kasus yang sudah mencuat, itu saja yang diteruskan penangananannya,” tegasnya.

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kejari Bitung Kawal Proyek Pembangunan di Bitung Lewat TP4D"